JAKARTA, IINC TIMES — Mahasiswa KKN Berdampak Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Kelompok 191 melaksanakan program pemberdayaan UMKM di Desa Kromengan dengan mengadakan pelatihan Batik Khas Kromengan bagi 20 siswa SMP PGRI 1 Kromengan pada 19–20 Agustus 2026. Kegiatan dua hari diisi dengan pemaparan materi tentang sejarah dan alat-bahan pembuatan batik, praktik mencetak motif menggunakan teknik batik cap pada kain mori, serta pewarnaan menggunakan pewarna remasol. Pendampingan oleh mahasiswa membuat siswa dapat mencoba langsung teknik pencapan dan mengembangkan kreativitas motif serta pemilihan warna.
Pada hari kedua, kain yang telah dicapkan dan diwarnai mengalami proses perebusan dan penjemuran sehingga peserta melihat rangkaian lengkap produksi batik hingga siap pakai. Metode praktik langsung memberikan pengalaman belajar yang utuh: siswa tidak hanya menerima teori, tetapi juga memahami tahapan teknis pembuatan batik, termasuk ketelitian dan kesabaran yang dibutuhkan.
Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif selama pelatihan; siswa bertanya, mencoba berbagai teknik, dan menghasilkan karya batik secara mandiri. Kegiatan ditutup dengan pembagian hadiah sebagai apresiasi untuk memotivasi kreativitas mereka serta mengapresiasi partisipasi aktif dalam program.
Program ini sekaligus mendukung pemberdayaan UMKM batik Kromengan dengan memperkenalkan produk lokal kepada generasi muda, berharap menumbuhkan kebanggaan dan minat pelestarian budaya. Mahasiswa KKN juga mendokumentasikan kegiatan melalui publikasi yang dapat memperluas jangkauan promosi Batik Kromengan ke masyarakat yang lebih luas.
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini, atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di IINC Times.