JAKARTA, IINC TIMES — Luka masa lalu akibat perundungan (bullying) tidak menjadi penghalang bagi Qois Manawa (18) untuk melangkah maju. Lulusan Kulliyatu-l-Mu'allimin Al-Islamiyyah (KMI) ini membuktikan bahwa trauma masa remaja dapat diubah menjadi dorongan kuat untuk bangkit, memimpin, dan mengukir berbagai prestasi.
Sempat mengalami masa-masa sulit sebagai korban perundungan, Qois memilih untuk tidak terpuruk. Ia memfokuskan energinya untuk membangun kembali rasa percaya diri melalui penguasaan kemampuan komunikasi publik (public speaking) serta penguatan karakter kepemimpinan selama menempuh pendidikan.
Kerja keras tersebut mengantarkan Qois dipercaya mengemban berbagai peran strategis. Di tingkat nasional, ia aktif menjadi salah satu Brand Ambassador Duta Pelajar Remaja Indonesia untuk mendorong keterlibatan generasi muda dalam isu-isu sosial. Tak hanya itu, ia juga vokal menyuarakan gerakan antiperundungan dengan menjadi pembicara di forum Pelajar Anti Bully (PAB) Banten serta mengisi berbagai seminar edukatif di lingkungan sekolah.
Di luar ranah aktivisme, rekam jejak prestasinya terbukti konsisten. Qois tercatat memenangkan kompetisi broadcasting selama tiga tahun berturut-turut, sekaligus menjuarai ajang fashion show dalam kurun waktu yang sama di lingkungan pendidikannya. Capaian ini menegaskan potensinya sebagai sosok muda yang adaptif, komunikatif, dan berdaya saing tinggi.
Qois menegaskan bahwa perjalanannya belum usai. Ia berkomitmen untuk terus memperluas kontribusinya dalam program-program kepemudaan nasional seraya berharap pengalaman hidupnya dapat memotivasi remaja lain agar berani bangkit melampaui trauma masa lalu.
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini, atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di IINC Times.