JAKARTA, IINC TIMES — Widyo Dimas Triarung Samudro, atau yang dikenal dengan Dimas Samudro, tampil sebagai pembicara (speaker) pada perayaan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) 2026 di Jerman. Dalam acara bertema Indonesia Culinary Diplomacy tersebut, Dimas memperkenalkan Nasi Goreng Tempe kepada para tamu undangan dan pemangku kepentingan (stakeholder) dari Jerman.
Dalam paparannya, Dimas menyampaikan pandangannya tentang diplomasi yang tidak harus selalu berawal dari forum formal.
“For me, diplomacy does not always have to begin in formal meeting rooms or political conversations. It can begin at a dining table, through a piece of art, through music, or through the stories we share with the world,” ujar Dimas.
Menurutnya, hidangan sederhana yang lekat dengan keseharian masyarakat Indonesia dapat menjadi pembawa pesan budaya ke luar negeri.
“Through Nasi Goreng Tempe, I want to show that something simple and deeply rooted in our everyday lives can carry Indonesian identity and stories across borders,” katanya.
Dimas juga menekankan peran para pelaku kreatif, khususnya chef, dalam memperkenalkan identitas bangsa.
“I believe our role as chefs and creative workers is not only to create something people can enjoy, but also something that inspires them to learn more about who we are,” tuturnya.
Suasana acara terasa kental dengan nuansa Indonesia. Panggung dihiasi bendera Merah Putih berdampingan dengan bendera Jerman, serta ornamen budaya seperti wayang golek, topeng tradisional, dan miniatur becak. Para pejabat dan tamu undangan tampak mengenakan batik. Di akhir sesi, berlangsung penyerahan plakat dan sertifikat penghargaan kepada pembicara sebagai bentuk apresiasi.
Kehadiran Dimas menjadi bukti bahwa generasi muda Indonesia mampu berperan aktif di panggung global, sekaligus mengangkat potensi ekonomi kreatif, khususnya subsektor kuliner, ke tingkat internasional.
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini, atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di IINC Times.













