JAKARTA, IINC TIMES — Perkembangan teknologi digital membuka peluang baru dalam upaya menghadapi berbagai permasalahan lingkungan, termasuk risiko bencana banjir. Pemanfaatan teknologi yang mampu memantau kondisi air secara otomatis menjadi salah satu pendekatan yang dapat dikembangkan untuk mendukung kesiapsiagaan dan mempercepat penyampaian informasi ketika terjadi perubahan kondisi lingkungan.
Berangkat dari hal tersebut, mahasiswa Program Studi Sistem Komputer Universitas Pamulang Kampus Serang melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMK Islam Karya Mandiri pada 7 Oktober 2026. Kegiatan ini mengangkat tema “Prototype Sistem Peringatan Dini Banjir Berbasis IoT Secara Real-Time” sebagai bentuk pengenalan pemanfaatan teknologi dalam mendukung upaya mitigasi bencana.
Banjir merupakan permasalahan yang membutuhkan perhatian serius, terutama ketika peningkatan ketinggian air terjadi dalam waktu singkat. Keterlambatan memperoleh informasi mengenai perubahan kondisi air dapat menyulitkan masyarakat dalam menentukan langkah antisipasi. Di sisi lain, pemantauan secara manual memiliki keterbatasan karena membutuhkan pengamatan langsung dan dapat terkendala oleh kondisi cuaca maupun lingkungan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperkenalkan konsep sistem peringatan dini banjir yang memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT). Sistem tersebut dirancang untuk memantau perubahan ketinggian air secara otomatis, mengolah data hasil pemantauan, dan mengirimkan informasi melalui jaringan internet agar kondisi air dapat diketahui secara real-time.
Penerapan teknologi ini memberikan gambaran bahwa perangkat yang terhubung melalui internet dapat dimanfaatkan bukan hanya untuk kebutuhan komunikasi dan otomatisasi, tetapi juga untuk membantu pemantauan lingkungan. Dengan adanya sistem yang dirancang untuk memberikan peringatan berdasarkan tingkat ketinggian air, informasi mengenai perubahan kondisi dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan tindakan yang diperlukan.
Dalam rancangan yang diperkenalkan, kondisi air dibagi menjadi tiga tingkat, yaitu aman, siaga, dan bahaya. Pembagian ini bertujuan memberikan gambaran mengenai perubahan tingkat kewaspadaan berdasarkan ketinggian air. Namun, penentuan batas peringatan untuk penerapan di lapangan perlu disesuaikan dengan karakteristik wilayah dan kondisi lingkungan agar informasi yang diberikan relevan dengan kebutuhan setempat.
Kegiatan PKM di SMK Islam Karya Mandiri juga menjadi sarana untuk memperkenalkan kepada siswa bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi dapat diterapkan dalam menyelesaikan persoalan di kehidupan sehari-hari. Melalui pengenalan konsep IoT, siswa memperoleh gambaran mengenai hubungan antara pengumpulan data, pengiriman informasi melalui internet, dan pemanfaatan data untuk mendukung pengambilan keputusan.
Bagi mahasiswa, kegiatan ini merupakan bentuk penerapan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Pengembangan teknologi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan merancang suatu sistem, tetapi juga membutuhkan pemahaman terhadap permasalahan yang ingin diselesaikan dan manfaat yang dapat diberikan kepada penggunanya.
Meskipun menawarkan peluang, penerapan sistem peringatan dini berbasis IoT tetap memerlukan perhatian terhadap sejumlah aspek, seperti keandalan pemantauan, kestabilan koneksi internet, serta ketepatan informasi yang disampaikan. Pengujian dan evaluasi juga menjadi bagian penting untuk memastikan sistem bekerja sesuai dengan rancangan sebelum dimanfaatkan dalam kondisi nyata.
Melalui kegiatan yang dilaksanakan pada 7 Oktober 2026 tersebut, mahasiswa Universitas Pamulang Kampus Serang berharap pengenalan teknologi ini dapat menambah wawasan siswa mengenai pemanfaatan IoT sekaligus menumbuhkan minat generasi muda untuk mengembangkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Pada akhirnya, perkembangan teknologi akan semakin berarti ketika mampu menjawab kebutuhan nyata di lingkungan sekitar. Pengenalan prototype sistem peringatan dini banjir berbasis IoT ini menjadi salah satu upaya untuk mendorong pemanfaatan teknologi dalam mendukung pemantauan lingkungan, meningkatkan kesadaran terhadap risiko bencana, dan membangun kesiapsiagaan sejak dini.
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini, atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di IINC Times.













