JAKARTA, IINC TIMES — Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Lamongan menggelar sosialisasi dan bimbingan teknis (bimtek) Megilan Inovasi dan Teknologi (MegNotek) Award 2026 di ruang rapat lantai 7 Bapperida Lamongan, [Kamis, 08/Oktober/2026]. Kegiatan ini dihadiri perwakilan perangkat daerah dan inovator dari kalangan masyarakat umum.
Kepala Bapperida Lamongan, Dr. Sujarwo, S.T., M.M., menegaskan bahwa MegNotek merupakan program penting bagi Indeks Inovasi Daerah. “Inovasi ini menjadi keniscayaan yang harus kita lakukan di seluruh perangkat daerah untuk meningkatkan pelayanan publik,” ujarnya.
Ia menekankan inovasi harus terus diperbanyak dan ditingkatkan demi mewujudkan good governance, yakni tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih. Inovasi yang didaftarkan pada MegNotek 2026, lanjutnya, harus kreatif, unggul, mandiri, berdampak, dan berkelanjutan. Seperti tahun lalu, penghargaan juga diberikan kepada inovator, tidak hanya perangkat daerah, sebagai apresiasi dan penyemangat agar terus berinovasi.
Inovasi terus bertambah
Dalam paparannya, ditunjukkan bahwa jumlah inovasi daerah meningkat dari 48 inovasi pada 2021 menjadi 219 inovasi yang masuk pada 2026. Dari jumlah tersebut, 79 inovasi berbasis digital dan 140 nondigital. Sektor pendidikan (78 inovasi) dan kesehatan (76 inovasi) menjadi yang terbanyak. Nilai indeks inovasi Lamongan pun masuk kategori sangat inovatif, yakni 78,20 pada 2024 dan 95,23 pada 2025.
Meski demikian, paparan tersebut juga mencatat masih ada perangkat daerah, kecamatan, dan puskesmas yang belum mengirimkan inovasi atau melengkapi datanya. Perangkat daerah yang tidak mengirimkan inovasi otomatis masuk kategori “Tidak Dapat Dinilai”.
Inovasi lama bisa dikembangkan
Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bapperida Lamongan, Benny Aprilian N, S.STP., M.M., menjelaskan bahwa inovasi yang telah didaftarkan pada tahun sebelumnya dapat dikembangkan kembali. Peserta tidak harus selalu menciptakan inovasi baru. Inovasi lama juga bisa ditingkatkan, misalnya dengan memperluas cakupannya agar menjangkau pelayanan yang lebih luas.
Bimtek proposal dan indikator
Dalam sesi bimtek, peserta dipandu mengisi proposal dan indikator inovasi. Untuk Kategori Khusus (perangkat daerah, BUMD, kelurahan/desa, dan puskesmas), terdapat 16 indikator kematangan inovasi. Di antaranya SK penetapan inovasi, SK tim inovasi, dukungan anggaran, SOP, jumlah penerima manfaat, penyelesaian pengaduan, replikasi, dan video inovasi berdurasi maksimal lima menit. Tiap indikator dinilai dalam tiga tingkat kematangan, dan hasilnya menentukan skor kategori mulai dari “Sangat Inovatif” (60,01–100) hingga “Kurang Inovatif”.
Sementara itu, Kategori Umum untuk masyarakat ber-KTP Lamongan terdiri atas inovasi teknologi digital, agribisnis dan energi baru terbarukan, serta sosial budaya dan kependudukan. Nilai seleksi administrasinya terdiri dari proposal 60 persen dan video 40 persen. Semua inovasi harus telah diterapkan minimal satu tahun.
Pendaftaran dibuka 28 September hingga 19 Oktober 2026 melalui sirisda.lamongankab.go.id, dengan pengumuman juara dijadwalkan 10 November 2026. Kategori Khusus akan diusulkan ke penilaian Indeks Inovasi Daerah, IGA, dan KIPP PRO 2027, sedangkan Kategori Umum difasilitasi menuju JAWARA Provinsi Jawa Timur 2027.
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini, atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di IINC Times.













