JAKARTA, IINC TIMES —
Transformasi pendidikan oleh teknologi sering dilihat dari sisi perangkat—laptop, aplikasi, dan platform pembelajaran. Padahal fokus utama harusnya pada penguasaan keterampilan kritis: literasi digital, pemikiran kritis, dan kemampuan berkolaborasi secara daring. Tanpa itu, siswa hanya menjadi pengguna pasif teknologi, bukan pembuat solusi.
Sekolah dan universitas perlu merancang kurikulum yang mengintegrasikan proyek praktis menggunakan teknologi, bukan hanya teori tentangnya. Guru dan dosen juga perlu pelatihan berkelanjutan agar mampu memfasilitasi proses belajar yang berbasis masalah nyata dan kolaborasi lintas-disiplin.
Investasi infrastruktur memang penting, tetapi alokasi anggaran untuk pelatihan pendidik dan pengembangan modul pembelajaran kontekstual akan memberikan dampak jangka panjang yang lebih besar bagi kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja digital.
KonInTime: Redaksi IINC Times
Tim IINC Times
Syarat & Ketentuan Penulisan di IINC Times:
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini, atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di IINC Times.