LIVE MARKET --:--:--
Memuat data pasar & olahraga...
FLASH INFO
IINC Times: Portal Media Berita Siber Terbuka & Inklusif • Menyajikan Analisis Mendalam, Opini Kritis Mahasiswa, Inovasi Kampus, serta Kabar Pilihan Nusantara & Dunia Terkini
Sub-Kanal:

Berita Utama & Terkini

Kabar Pilihan Lainnya

Kabar Olahraga & Hiburan Pilihan

Semua Berita Terbit (Arsip Publikasi)

Tampilkan:
Halaman 1 dari 1 (0 Data)
Home > Opini
Opini

Sains Tanpa Akar, Peradaban Tanpa Arah

Tayang: 11 Oktober 2026 20:06 WIB
👁 3.876 Views
Penulis: Eka Windarto  |  Editor: Redaksi

Kemajuan sains sering diukur dari seberapa canggih teknologi yang mampu diciptakan manusia. Kita bangga dengan kecerdasan buatan, rekayasa genetika, obat-obatan modern, hingga kemampuan membaca proses kehidupan pada tingkat sel. Namun, ada satu pertanyaan yang tidak kalah penting: untuk apa semua kemajuan itu?

Sains yang terus berkembang tetapi kehilangan arah dapat menjadi seperti pohon yang tumbuh tinggi tanpa akar yang kuat. Ia mungkin terlihat mengagumkan, tetapi mudah kehilangan pijakan. Karena itu, pengembangan sains seharusnya tidak hanya berbicara tentang seberapa jauh manusia dapat menemukan sesuatu, tetapi juga ke mana penemuan itu membawa kehidupan manusia.

Pertanyaan tersebut menjadi semakin penting ketika sains berhadapan dengan persoalan kesehatan. Diabetes, misalnya, bukan sekadar angka kadar gula dalam darah. Penyakit ini berkaitan dengan kualitas hidup, produktivitas, biaya pengobatan, dan masa depan jutaan manusia. Maka, pencarian terapi baru bukan hanya persoalan laboratorium, tetapi juga bagian dari ikhtiar menghadirkan kemaslahatan.

Di sinilah kekayaan hayati Indonesia memiliki ruang yang besar untuk dikaji. Salah satunya adalah tapak liman (Elephantopus scaber L.), tanaman yang telah lama dikenal dalam pengobatan tradisional. Tanaman yang tumbuh di sekitar kita ternyata dapat menjadi pintu masuk bagi pertanyaan ilmiah yang lebih dalam: benarkah sesuatu yang sederhana di alam dapat memberikan kontribusi bagi persoalan kesehatan modern?

Pertanyaan tersebut kemudian membawa penelitian saya pada kajian aktivitas antidiabetes subfraksi aktif tapak liman. Penelitian tidak berhenti pada pertanyaan apakah tanaman tersebut memiliki potensi, tetapi mencoba memahami bagaimana senyawa aktifnya dapat memengaruhi proses yang berkaitan dengan kerja insulin pada tingkat sel.

Lebih jauh, penelitian semacam ini menunjukkan bahwa pengembangan sains tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang jauh dan rumit. Kadang-kadang, jawaban atas persoalan besar dapat ditemukan dari sesuatu yang tumbuh di sekitar kita. Tantangannya adalah bagaimana pengetahuan lokal tersebut diuji dengan metode ilmiah, dikembangkan dengan teknologi yang tepat, dan ditempatkan dalam kerangka yang bertanggung jawab.

Namun, di sinilah sains membutuhkan “akar”. Hasil penelitian laboratorium tidak boleh langsung diterjemahkan menjadi klaim bahwa suatu tanaman dapat menyembuhkan diabetes. Temuan pada sel bukanlah bukti yang sama dengan keberhasilan pada manusia. Masih diperlukan tahapan penelitian, pengujian keamanan, pembuktian efektivitas, dan proses panjang sebelum sebuah kandidat dapat dikembangkan menjadi terapi.

Sikap hati-hati tersebut bukan penghambat kemajuan sains. Sebaliknya, kejujuran ilmiah adalah bagian dari etika. Dalam perspektif Islam, ilmu bukan sekadar alat untuk menguasai alam, tetapi amanah yang harus digunakan untuk menghadirkan kebaikan dan mencegah kemudaratan. Integrasi Islam dengan ilmu pengetahuan karena itu bukan berarti mencampurkan agama ke dalam setiap metode eksperimen, melainkan memberikan arah moral bagi penggunaan ilmu.

Penelitian tapak liman menjadi salah satu contoh bahwa pengembangan sains dapat dimulai dari sesuatu yang dekat dengan kehidupan kita. Kekayaan alam lokal dapat diteliti dengan teknologi modern, sementara nilai-nilai Islam memberikan orientasi agar hasilnya tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi diarahkan pada kemanfaatan manusia.

Pada akhirnya, peradaban tidak hanya dibangun oleh laboratorium yang canggih atau penemuan yang spektakuler. Peradaban dibangun ketika ilmu memiliki akar nilai dan arah kemanusiaan.

Sains boleh tumbuh setinggi mungkin. Teknologi boleh berkembang sejauh mungkin. Tetapi keduanya tetap membutuhkan akar: kejujuran, tanggung jawab, kemanfaatan, dan kemaslahatan.

Sebab sains tanpa akar dapat kehilangan arah, dan peradaban tanpa arah dapat kehilangan makna.

 


Eka Windarto
KonInTime: Eka Windarto
Kontributor IINC Times
Syarat & Ketentuan Penulisan di IINC Times:

Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini, atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di IINC Times.

Syarat & Ketentuan Tentang IINC Times Disclaimer
Profil Resmi

Tentang IINC Times

iinctimes.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan di manapun.

Tulisan atau berita yang ada di portal ini merupakan kontribusi dari penulis lepas (freelance contributor / jurnalis warga) dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia melalui platform keterbukaan informasi publik.

PEMBERITAHUAN PENTING & WASPADA OKNUM:
Hati-hati dengan oknum yang mengatasnamakan iinctimes.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan, Kartu Pers, maupun Press ID Card dalam bentuk apa pun.

Visi & Misi

IINC Times hadir sebagai ruang terbuka dan independen untuk menyuarakan aspirasi masyarakat, karya literasi mahasiswa, pemikiran akademis, serta liputan daerah tanpa batasan birokrasi yang kaku.

Pedoman & Kebijakan

Pedoman Redaksi & Ketentuan Penulisan

Setiap kontributor, penulis opini, dan pembuat konten yang mempublikasikan karya di iinctimes.com wajib menyetujui dan mematuhi syarat ketentuan redaksi berikut:

1. Hak Cipta dan Keaslian Tulisan

Semua karya yang dikirimkan harus orisinal, bebas plagiasi, dan tidak melanggar hak cipta intelektual pihak mana pun. Segala klaim hak cipta dari pihak ketiga merupakan tanggung jawab penuh penulis naskah.

2. Larangan Konten SARA, Fitnah, dan Hoaks

Konten tidak boleh memuat ujaran kebencian, diskriminasi SARA, pencemaran nama baik, pornografi, informasi menyesatkan/palsu (hoaks), maupun muatan yang melanggar ketentuan hukum di Republik Indonesia.

3. Status Kontributor (KonInTime)

Penulis adalah kontributor independen lepas. IINC Times tidak menerbitkan kartu tanda pengenal pers kepada kontributor dan kontributor dilarang menyalahgunakan nama IINC Times untuk meminta fasilitas, imbalan, atau melakukan intimidasi kepada narasumber.

4. Hak Moderasi dan Klarifikasi

Redaksi berhak menghapus, menyunting tata letak, atau membatalkan penayangan naskah yang menuai sanggahan fakta atau bertentangan dengan kode etik jurnalistik dan regulasi perundang-undangan.

Pernyataan Hukum

Penyangkalan (Disclaimer)

PEMBERITAHUAN RESMI:
iinctimes.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan di manapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia.

Hati-hati dengan oknum yang mengatasnamakan iinctimes.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers / Press ID Card.

1. Tanggung Jawab Isi Konten

Seluruh opini, naskah rilis, analisis, dan karya tulisan merupakan sudut pandang personal masing-masing kontributor. Tanggung jawab hukum atas isi tulisan berada sepenuhnya pada penulis yang bersangkutan.

2. Tujuan Informasi Umum

Materi yang disajikan di situs web ini disediakan semata-mata untuk tujuan informasi umum dan edukasi. IINC Times tidak bertanggung jawab atas segala kerugian material maupun immateriel akibat penggunaan informasi dari situs ini.

3. Tautan Eksternal

Situs ini mungkin menyertakan tautan menuju situs pihak ketiga. IINC Times tidak bertanggung jawab atas keakuratan isi atau kebijakan privasi pada situs-situs eksternal tersebut.

Layanan Redaksi

Hubungi Redaksi IINC Times

Pusat Layanan Media Komunitas • Jakarta, Indonesia
Email Layanan Redaksi & Hak Jawab: redaksi@iinctimes.com

SECURITY GATEWAY

Autentikasi Redaksi

Masukkan password & kode keamanan untuk membuka dashboard.