LIVE MARKET --:--:--
Memuat data pasar & olahraga...
FLASH INFO
IINC Times: Portal Media Berita Siber Terbuka & Inklusif • Menyajikan Analisis Mendalam, Opini Kritis Mahasiswa, Inovasi Kampus, serta Kabar Pilihan Nusantara & Dunia Terkini
Sub-Kanal:

Berita Utama & Terkini

Kabar Pilihan Lainnya

Kabar Olahraga & Hiburan Pilihan

Semua Berita Terbit (Arsip Publikasi)

Tampilkan:
Halaman 1 dari 1 (0 Data)
Home > Nasional
Nasional

Dikira Cuma Bercanda, Mahasiswa KKN-P 27 Ajak Siswa SDN 1 Tosari Kenali Bullying

Tayang: 30 Agustus 2026 23:53 WIB
👁 7.893 Views
Penulis: IINC Times  |  Editor: Redaksi Pusat

Pasuruan — Ejekan antarteman sering kali dianggap sebagai candaan biasa. Namun, bagaimana jika candaan tersebut membuat seorang anak takut, malu, memilih menyendiri, bahkan enggan datang ke sekolah?

Persoalan inilah yang menjadi perhatian Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pencerah (KKN-P) Kelompok 27 saat menggelar edukasi “Stop Bullying di Sekolah” bagi siswa SDN 1 Tosari, Desa Tosari, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.

Melibatkan siswa kelas 1 hingga kelas 6, kegiatan tersebut tidak sekadar mengenalkan istilah bullying. Para siswa diajak memahami situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka, mulai dari mengejek teman, memberikan julukan yang tidak disukai, mengucilkan, memukul, hingga menyebarkan cerita tentang teman melalui media digital.

Salah satu pesan utama yang disampaikan kepada siswa adalah keberanian untuk mengatakan “tidak” terhadap bullying.

Bercanda atau Menyakiti?

Dalam sesi edukasi, mahasiswa mengajak siswa memahami bahwa tidak semua tindakan yang disebut “bercanda” benar-benar menjadi candaan bagi orang yang menerimanya.

Bercanda seharusnya membuat semua teman merasa senang, tidak bertujuan menyakiti, tidak dilakukan terus-menerus, dan tidak membuat seseorang merasa takut atau malu.

Sebaliknya, bullying merupakan tindakan menyakiti orang lain yang dilakukan dengan sengaja dan berulang. Tindakan tersebut dapat membuat korban merasa sedih, takut, malu, maupun tidak nyaman.

Mahasiswa KKN-P 27 juga mengenalkan empat bentuk bullying kepada para siswa.

Pertama, bullying fisik, seperti memukul, menendang, atau melakukan tindakan kekerasan fisik lainnya.

Kedua, bullying verbal, misalnya mengejek, memaki, menghina, mempermalukan, memberikan julukan yang tidak disukai, hingga menyebarkan gosip.

Ketiga, bullying sosial, seperti sengaja mengucilkan teman, tidak mengajak bermain, mendiamkan, atau membuat seseorang dijauhi teman-temannya.

Keempat, cyberbullying, yaitu tindakan menyakiti melalui media digital, seperti mengirim pesan yang menyakitkan, mengejek melalui media sosial, atau menyebarkan sesuatu tentang teman melalui internet.

Materi tersebut diberikan dengan bahasa sederhana agar siswa dapat menghubungkannya dengan pengalaman yang mungkin mereka temui di sekolah maupun lingkungan pertemanan.

Bullying Bisa Membuat Anak Takut ke Sekolah

Mahasiswa juga menjelaskan bahwa dampak bullying tidak berhenti pada rasa sedih sesaat.

Anak yang mengalami bullying dapat merasa kecewa dan menangis, kehilangan kepercayaan diri, menjauh dari orang lain, merasa takut dan cemas, hingga mengalami kesulitan belajar karena tidak nyaman berada di sekolah.

Siswa juga diperkenalkan dengan sejumlah tanda yang perlu diperhatikan ketika seorang teman mungkin mengalami bullying.

Di antaranya menjadi lebih pendiam dan sulit berkonsentrasi, sering menyendiri dan terlihat sedih, takut pergi ke sekolah, hingga memiliki luka atau memar.

Dengan mengenali tanda tersebut, siswa diharapkan tidak hanya mampu melindungi diri sendiri, tetapi juga lebih peka terhadap kondisi teman di sekitarnya.

Jangan Jadi Penonton

Pesan penting lainnya dalam kegiatan tersebut adalah mengajak siswa untuk tidak menjadi penonton ketika bullying terjadi.

Apabila melihat temannya disakiti, diejek, atau dihina, siswa diajak untuk tidak ikut tertawa, tidak merekam kejadian, serta tidak menyebarkannya kepada orang lain.

Sebaliknya, siswa dapat menemani korban agar tidak merasa sendirian, mengajaknya menuju tempat yang aman, serta melapor kepada guru apabila tindakan tersebut terus berlangsung.

Sementara bagi siswa yang mengalami bullying, mahasiswa memberikan sejumlah langkah sederhana yang dapat dilakukan, yakni berani berkata “tidak” atau “berhenti”, menjauh menuju tempat yang aman, mencari teman yang dapat dipercaya, serta menceritakan kejadian kepada orang dewasa.

Guru Soroti Pentingnya Edukasi Sejak Dini

Kegiatan edukasi tersebut mendapat respons dari pihak sekolah. Menurut Pak Riko, Wali Kelas 2, memberikan pemahaman mengenai bullying sejak sekolah dasar penting karena sejumlah perilaku yang dianggap bercanda oleh anak sebenarnya dapat menyakiti temannya.

​"Dampaknya sangat bagus dan mendukung program pemerintah. Kalau untuk perilaku bullying sekarang insyaAllah sudah tidak ada, sudah ada peningkatan perilaku sekitar 98 persen dibandingkan dulu," ujar Pak Riko selaku perwakilan pihak sekolah

Ia menilai kegiatan seperti ini dapat membantu siswa lebih memahami perasaan temannya dan berpikir terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu yang dapat menyakiti orang lain.

Siswa Mulai Paham Batas Bercanda

Pemahaman mengenai batas antara bercanda dan bullying juga menjadi salah satu hal yang dapat digali langsung dari siswa setelah kegiatan berlangsung.

Rafael, siswa kelas 6, mengatakan bahwa dirinya kini lebih memahami tindakan apa saja yang dapat membuat teman merasa tidak nyaman.

“Saya Ketika di bully merasa sedih dan Ketika membully teman merasa tidak enakan dan kasihan. Jadi Ketika berteman harus rukun dan berkeluarga,” katanya.

Jawaban sederhana dari siswa tersebut menjadi salah satu gambaran bahwa edukasi anti-bullying bukan hanya tentang memperkenalkan sebuah istilah, tetapi membantu anak menentukan sikap ketika berhadapan dengan persoalan nyata di lingkungan sekolah.

Mulai dari Saling Menghargai

Pada akhir kegiatan, Mahasiswa KKN-P Kelompok 27 mengajak siswa membangun lingkungan sekolah yang aman melalui kebiasaan sederhana.

Siswa didorong untuk saling menghargai, saling membantu, tidak mengejek teman, bermain bersama tanpa mengucilkan, serta lebih peduli terhadap perasaan orang lain.

Pesan yang dibawa pun sederhana: menjadi anak yang baik tidak cukup hanya dengan tidak melakukan bullying. Anak-anak juga perlu berani membantu ketika melihat teman diperlakukan tidak baik.


Dikira Cuma Bercanda, Mahasiswa KKN-P 27 Ajak Siswa SDN 1 Tosari Kenali Bullying

Melalui program edukasi tersebut, Mahasiswa KKN-P Kelompok 27 berharap siswa SDN 1 Tosari semakin mampu mengenali bullying, berani berkata “tidak” terhadap tindakan yang menyakiti, serta ikut menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan menyenangkan.

Sebab, sekolah yang nyaman dapat dimulai dari hal sederhana: tidak mengejek, tidak mengucilkan, berani membantu, dan saling menghargai.

Penulis: Anggota KKN-P 27

Dokumentasi: KKN-P Kelompok 27



                                

IINC Times
KonInTime: IINC Times
Tim IINC Times
Syarat & Ketentuan Penulisan di IINC Times:

Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini, atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di IINC Times.

Syarat & Ketentuan Tentang IINC Times Disclaimer
Profil Resmi

Tentang IINC Times

iinctimes.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan di manapun.

Tulisan atau berita yang ada di portal ini merupakan kontribusi dari penulis lepas (freelance contributor / jurnalis warga) dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia melalui platform keterbukaan informasi publik.

PEMBERITAHUAN PENTING & WASPADA OKNUM:
Hati-hati dengan oknum yang mengatasnamakan iinctimes.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan, Kartu Pers, maupun Press ID Card dalam bentuk apa pun.

Visi & Misi

IINC Times hadir sebagai ruang terbuka dan independen untuk menyuarakan aspirasi masyarakat, karya literasi mahasiswa, pemikiran akademis, serta liputan daerah tanpa batasan birokrasi yang kaku.

Pedoman & Kebijakan

Pedoman Redaksi & Ketentuan Penulisan

Setiap kontributor, penulis opini, dan pembuat konten yang mempublikasikan karya di iinctimes.com wajib menyetujui dan mematuhi syarat ketentuan redaksi berikut:

1. Hak Cipta dan Keaslian Tulisan

Semua karya yang dikirimkan harus orisinal, bebas plagiasi, dan tidak melanggar hak cipta intelektual pihak mana pun. Segala klaim hak cipta dari pihak ketiga merupakan tanggung jawab penuh penulis naskah.

2. Larangan Konten SARA, Fitnah, dan Hoaks

Konten tidak boleh memuat ujaran kebencian, diskriminasi SARA, pencemaran nama baik, pornografi, informasi menyesatkan/palsu (hoaks), maupun muatan yang melanggar ketentuan hukum di Republik Indonesia.

3. Status Kontributor (KonInTime)

Penulis adalah kontributor independen lepas. IINC Times tidak menerbitkan kartu tanda pengenal pers kepada kontributor dan kontributor dilarang menyalahgunakan nama IINC Times untuk meminta fasilitas, imbalan, atau melakukan intimidasi kepada narasumber.

4. Hak Moderasi dan Klarifikasi

Redaksi berhak menghapus, menyunting tata letak, atau membatalkan penayangan naskah yang menuai sanggahan fakta atau bertentangan dengan kode etik jurnalistik dan regulasi perundang-undangan.

Pernyataan Hukum

Penyangkalan (Disclaimer)

PEMBERITAHUAN RESMI:
iinctimes.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan di manapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia.

Hati-hati dengan oknum yang mengatasnamakan iinctimes.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers / Press ID Card.

1. Tanggung Jawab Isi Konten

Seluruh opini, naskah rilis, analisis, dan karya tulisan merupakan sudut pandang personal masing-masing kontributor. Tanggung jawab hukum atas isi tulisan berada sepenuhnya pada penulis yang bersangkutan.

2. Tujuan Informasi Umum

Materi yang disajikan di situs web ini disediakan semata-mata untuk tujuan informasi umum dan edukasi. IINC Times tidak bertanggung jawab atas segala kerugian material maupun immateriel akibat penggunaan informasi dari situs ini.

3. Tautan Eksternal

Situs ini mungkin menyertakan tautan menuju situs pihak ketiga. IINC Times tidak bertanggung jawab atas keakuratan isi atau kebijakan privasi pada situs-situs eksternal tersebut.

Layanan Redaksi

Hubungi Redaksi IINC Times

Pusat Layanan Media Komunitas • Jakarta, Indonesia
Email Layanan Redaksi & Hak Jawab: redaksi@iinctimes.com

SECURITY GATEWAY

Autentikasi Redaksi

Masukkan password & kode keamanan untuk membuka dashboard.