JAKARTA, IINC TIMES — Penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Indonesia belum sepenuhnya mencerminkan perbaikan kondisi ketenagakerjaan bagi anak muda. Meski secara nasional angka pengangguran menunjukkan tren menurun, kelompok usia muda masih menjadi bagian terbesar dari total penganggur.
Data terbaru menunjukkan TPT Indonesia berada di angka 4,65 persen pada Mei 2026, turun tipis dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 4,68 persen. Akan tetapi, jumlah penganggur masih tercatat sekitar 7,22 juta orang, dengan sekitar dua pertiganya berasal dari kelompok usia muda.
Kelompok usia 15–24 tahun menjadi salah satu yang paling terdampak. Pada rentang usia tersebut, tingkat pengangguran mencapai sekitar 16 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Kondisi ini menandakan bahwa perbaikan indikator makro belum otomatis diikuti oleh terbukanya kesempatan kerja yang lebih luas bagi pencari kerja muda.
Salah satu persoalan yang terus muncul adalah ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri. Banyak perusahaan mengaku kesulitan mencari tenaga kerja dengan keterampilan yang tepat, sementara di sisi lain pencari kerja muda belum sepenuhnya siap menghadapi tuntutan pasar kerja yang terus berubah.
Persoalan ini juga dipengaruhi perkembangan teknologi, perubahan struktur ekonomi, serta dinamika industri yang bergerak cepat. Situasi tersebut membuat transisi dari pendidikan ke dunia kerja semakin menantang, terutama bagi lulusan baru yang belum memiliki pengalaman kerja memadai.
Di tingkat global, tantangan serupa juga terjadi. Laporan Global Employment Trends for Youth 2026 dari ILO mencatat bahwa pengangguran muda dunia meningkat tipis, sementara jumlah anak muda yang tidak bekerja, tidak sekolah, dan tidak mengikuti pelatihan atau NEET juga masih tinggi.
Kondisi ini menunjukkan perlunya langkah yang lebih serius untuk memperkuat keterampilan tenaga kerja muda. Penguatan pendidikan vokasi, pelatihan kerja berbasis kebutuhan industri, dan perluasan akses kerja menjadi kunci agar penurunan TPT benar-benar dirasakan oleh kelompok usia produktif muda.
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini, atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di IINC Times.













