JAKARTA, IINC TIMES — Muhamad Iqbal Fakhriza, 21 tahun, mahasiswa Program Studi Pengelolaan Perkebunan Kopi di Politeknik Negeri Lampung, berhasil meraih medali perunggu pada kategori Barista Manual Brew V60 di AITeC ke-7 tahun 2025. Kompetisi yang digelar di Politeknik Negeri Jember ini menampilkan rivalitas sengit antar barista muda dari seluruh Indonesia, di mana kepekaan rasa dan ketelitian teknik jadi penentu.
Iqbal menarik perhatian juri lewat penyeduhan V60 yang terukur dan pilihan biji yang matang, menghasilkan ekstraksi konsisten dan aroma yang seimbang. Para juri menilai berdasarkan konsistensi ekstraksi, kompleksitas aroma, keseimbangan rasa, serta estetika penyajian — aspek yang dikuasai Iqbal melalui latihan intensif.
"Saya senang bisa mengharumkan nama kampus dan kota kelahiran," ujar Iqbal dengan antusias. Menurutnya, kemenangan ini buah dari jam latihan berulang — mengatur tingkat penggilingan, takaran, suhu, dan waktu ekstraksi sampai menemukan profil rasa ideal.
Prestasi Iqbal mendapat sambutan hangat dari kampus. Wakil Direktur Politeknik Negeri Jember memuji dedikasi dan semangat juang mahasiswa yang membawa nama institusi ke tingkat nasional. Dosen pembimbing juga berharap hasil ini memicu lebih banyak mahasiswa untuk mengeksplorasi teknik barista dan ilmu agronomi kopi.
AITeC ke-7 menampilkan sejumlah cabang lomba, mulai dari V60, Aeropress, hingga sifon, serta kompetisi roasting dan cupping. Selain memperebutkan piala, ajang ini jadi wadah pertukaran pengetahuan, jaringan, dan peluang bagi pelaku industri kopi.
Kemenangan Iqbal diharapkan memberi dorongan bagi pengembangan kopi Lampung, melalui peningkatan kualitas biji dan pelatihan barista lokal. Iqbal berencana terus berlatih, ikut kompetisi berikutnya, dan mengadakan workshop untuk komunitas kopi Bandar Lampung, demi membantu menaikkan mutu biji lokal dan teknik penyajian.
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini, atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di IINC Times.













