JAKARTA, IINC TIMES — Harga bitcoin turun pada perdagangan Rabu waktu setempat, meneruskan koreksi setelah mencatat lonjakan hampir 25 persen sepanjang Agustus. Tekanan pasar muncul seiring meningkatnya ketegangan geopolitik dan pergerakan imbal hasil obligasi global.
Mengutip data pasar, pada Kamis harga bitcoin tercatat melemah 0,2 persen ke level USD77.132,6. Meski demikian, aset kripto terbesar itu sebelumnya membukukan penguatan kuat sepanjang bulan lalu.
Sentimen pasar kembali tertekan setelah konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas, sehingga mengurangi selera investor terhadap aset berisiko. Di sisi lain, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah di beberapa negara juga menambah beban bagi aset spekulatif seperti bitcoin.
Strategi pembelian oleh beberapa korporasi pemegang bitcoin, termasuk aksi akumulasi yang dilakukan Strategy salah satu pemegang institusional besar memberi dukungan terbatas terhadap harga. Namun pembelian tersebut belum cukup untuk membendung penurunan di tengah kondisi makro dan geopolitik yang kurang menguntungkan.
Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian ke rilis data nonfarm payrolls AS yang dijadwalkan Jumat ini. Hasil data tenaga kerja tersebut dipandang penting dalam menilai prospek kebijakan suku bunga The Fed. Ekspektasi kenaikan suku bunga cenderung menekan minat terhadap aset berisiko, termasuk mata uang kripto.
Pergerakan aset kripto lainnya pada perdagangan Rabu relatif bervariasi. Ether turun sekitar 1,2 persen ke USD2.384,54, XRP bergerak datar di kisaran USD1,3447, sedangkan BNB naik 0,8 persen dan Cardano menguat 1,6 persen. Beberapa token lain seperti Solana dan Dogecoin mencatatkan koreksi kecil.
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini, atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di IINC Times.













