JAKARTA, IINC TIMES — Lapangan kerja masih menjadi isu ekonomi yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat. Di tengah tuntutan hidup yang semakin tinggi, ketersediaan pekerjaan bukan hanya soal angka pengangguran, tetapi juga soal kemampuan ekonomi keluarga untuk bertahan dan berkembang.
Menurut saya, pertumbuhan ekonomi tidak akan terasa utuh jika tidak disertai perluasan lapangan kerja. Ketika investasi masuk, industri bergerak, dan usaha kecil tumbuh, seharusnya peluang kerja ikut terbuka lebih luas. Karena itu, penciptaan lapangan kerja harus menjadi prioritas utama dalam kebijakan ekonomi, bukan sekadar target tambahan.
Masalahnya, banyak orang masih kesulitan mendapatkan pekerjaan yang layak meskipun pendidikan terus meningkat. Ini menunjukkan bahwa pasar kerja belum sepenuhnya seimbang dengan kebutuhan dunia usaha. Pemerintah perlu mendorong pelatihan keterampilan, memperkuat sektor UMKM, dan menciptakan iklim usaha yang lebih sehat agar tenaga kerja terserap dengan baik. Sejumlah laporan juga menekankan bahwa investasi dan transformasi ekonomi harus benar-benar menghasilkan pekerjaan baru, bukan hanya pertumbuhan angka di atas kertas .
Lapangan kerja yang luas akan memberi dampak berantai bagi ekonomi nasional. Masyarakat memiliki penghasilan, daya beli meningkat, dan perputaran ekonomi menjadi lebih hidup. Karena itu, pembangunan ekonomi seharusnya tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga memastikan bahwa pertumbuhan tersebut menciptakan kesempatan kerja yang nyata bagi masyarakat.
Bagi saya, ukuran keberhasilan ekonomi bukan hanya pada seberapa cepat pertumbuhan terjadi, tetapi pada seberapa banyak lapangan kerja yang tercipta. Jika pekerjaan tersedia dan kualitasnya baik, maka kesejahteraan masyarakat akan ikut naik.
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini, atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di IINC Times.













