JAKARTA, IINC TIMES — Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) menghadirkan sebuah inovasi berbasis lingkungan melalui Program Kreativitas Mahasiswa-Kewirausahaan (PKM-K). Inovasi yang diberi nama DURIOFOAM ini merupakan produk cup biofoam yang memanfaatkan limbah biji dan kulit durian sebagai bahan baku. Produk tersebut dikembangkan sebagai alternatif pengganti cup styrofoam dengan mengedepankan aspek ramah lingkungan, keamanan penggunaan, serta potensi peningkatan nilai ekonomi limbah.
Inovasi ini dilatarbelakangi oleh tingginya penggunaan kemasan minuman sekali pakai yang masih menjadi bagian dari aktivitas masyarakat sehari-hari. Styrofoam banyak digunakan karena memiliki karakteristik ringan, praktis, dan relatif ekonomis. Namun, material tersebut membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai sehingga berpotensi menyebabkan penumpukan limbah dan memperburuk pencemaran lingkungan. Di sisi lain, penggunaan styrofoam sebagai wadah pangan juga menimbulkan perhatian terkait kemungkinan migrasi senyawa tertentu, termasuk stirena, terutama apabila penggunaannya tidak sesuai dengan kondisi yang dianjurkan. Permasalahan tersebut menjadi salah satu alasan tim mengembangkan alternatif kemasan berbasis bahan alami.
Sumatera Utara memiliki potensi limbah durian yang cukup besar sehingga tim melihat peluang untuk mengolahnya menjadi bahan bernilai guna. Dalam DURIOFOAM, biji durian dimanfaatkan sebagai sumber pati, sedangkan kulit durian digunakan sebagai sumber selulosa. Pemanfaatan kedua bagian buah tersebut menjadi keunggulan tersendiri karena pati dan selulosa dapat diperoleh dari satu sumber limbah yang sama. Kondisi ini berpotensi menyederhanakan penyediaan bahan baku dibandingkan dengan produk biofoam yang menggunakan limbah dari jenis bahan yang berbeda.
DURIOFOAM dikembangkan oleh mahasiswa Program Studi Teknik Kimia USU yang terdiri atas Nurul Hanifah Nasution, Arraya Badawi Rahman Nasution, Tiara Anggun Mashanda, dan Sri Hanifah. Pengembangan produk dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari formulasi bahan, pembuatan produk, pengujian karakteristik, hingga penyusunan strategi pemasaran berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan pasar.
Untuk memastikan kualitas produk, tim melakukan sejumlah pengujian terhadap karakteristik DURIOFOAM. Pengujian tersebut mencakup **ketahanan terhadap air, kekuatan mekanik, serta kemampuan terurai secara alami (biodegradabilitas)**. Berbagai parameter tersebut menjadi pertimbangan penting dalam menghasilkan *cup* biofoam yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki karakteristik yang sesuai untuk digunakan sebagai kemasan minuman.
“**Kami ingin membuktikan melalui DURIOFOAM bahwa limbah yang selama ini kurang dimanfaatkan dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Selain membantu mengurangi limbah, kami berharap DURIOFOAM dapat menjadi alternatif dalam mengurangi penggunaan *styrofoam*.**” ujar salah satu anggota tim.
Selain berfokus pada aspek pengembangan produk, tim juga melakukan kegiatan yang berkaitan dengan pemasaran dan pengenalan produk kepada masyarakat. Kegiatan tersebut dilakukan melalui survei pasar, komunikasi dengan pelaku usaha minuman, serta kampanye mengenai pentingnya penggunaan kemasan yang lebih ramah lingkungan melalui media sosial.
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan, perhatian masyarakat terhadap isu lingkungan menunjukkan kecenderungan yang positif. Minat terhadap penggunaan kemasan ramah lingkungan juga semakin terbuka, khususnya terhadap produk yang mampu menawarkan kualitas penggunaan yang sebanding dengan kemasan konvensional. Hasil tersebut menjadi salah satu dasar bagi tim untuk melihat adanya peluang pasar bagi DURIOFOAM sebagai produk kemasan alternatif.
Dosen pembimbing, Ir. Erni Misran, S.T., M.T., Ph.D., turut memberikan apresiasi terhadap pengembangan DURIOFOAM. Menurutnya, inovasi tersebut menunjukkan penerapan pengetahuan dan kreativitas mahasiswa dalam mengolah permasalahan lingkungan menjadi sebuah peluang yang memiliki nilai tambah.
“DURIOFOAM menjadi salah satu contoh bahwa potensi limbah lokal dapat dikembangkan menjadi produk inovatif yang memiliki nilai tambah. Melalui inovasi seperti ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu menghasilkan produk, tetapi juga dapat mengembangkan semangat kewirausahaan yang memperhatikan aspek keberlanjutan.” ujarnya.
Dalam memperkenalkan produk kepada calon konsumen, tim memanfaatkan media sosial sebagai media promosi sekaligus sarana edukasi mengenai pentingnya penggunaan kemasan yang lebih ramah lingkungan. Selain itu, tim juga melakukan pendekatan kepada sejumlah coffee shop, UMKM minuman, serta pelaku usaha kuliner yang berpotensi menjadi mitra dalam penggunaan DURIOFOAM.
Strategi tersebut diharapkan dapat membantu memperkenalkan DURIOFOAM secara lebih luas sekaligus membuka peluang kerja sama dengan pelaku usaha. Dengan demikian, produk tidak hanya dikembangkan dari sisi teknologi dan kualitas, tetapi juga diarahkan untuk memiliki keberlanjutan dari sisi pasar dan penerimaan konsumen.
Ke depannya, tim DURIOFOAM berencana untuk terus melakukan pengembangan produk melalui peningkatan kualitas, penyempurnaan formulasi, perluasan jaringan kemitraan, serta optimalisasi pemanfaatan limbah durian sebagai bahan baku yang berkelanjutan.
Lebih dari sekadar produk cup biofoam, DURIOFOAM diharapkan dapat menjadi representasi bahwa limbah lokal memiliki potensi untuk diolah menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Inovasi ini juga menunjukkan bahwa kreativitas mahasiswa dapat menjadi bagian dari upaya menghadirkan solusi terhadap permasalahan lingkungan sekaligus membuka peluang kewirausahaan yang berorientasi pada keberlanjutan.
Melalui DURIOFOAM, mahasiswa Universitas Sumatera Utara berupaya menunjukkan bahwa inovasi berbasis potensi lokal dapat menghasilkan manfaat yang lebih luas. Pemanfaatan limbah biji dan kulit durian tidak hanya memberikan nilai tambah terhadap bahan yang sebelumnya kurang termanfaatkan, tetapi juga menjadi langkah untuk mendorong penggunaan alternatif kemasan yang lebih memperhatikan aspek lingkungan.
Artikel ini merupakan publikasi Program Kreativitas Mahasiswa-Kewirausahaan (PKM-K) Mahasiswa Universitas Sumatera Utara dengan Dosen Pembimbing Ir. Erni Misran, S.T., M.T., Ph.D.
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini, atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di IINC Times.













