JAKARTA, IINC TIMES —
KKN Riset Kelompok 17E Universitas Nusa Putra menghadirkan teknologi tepat guna berupa Venturi Injector dan program Penerangan Jalan Umum (PJU) untuk menjawab kebutuhan masyarakat Desa Cihamerang, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi. Kegiatan KKN Riset berlangsung selama dua bulan, mulai 13 Juli hingga 9 September 2026.
Pelaksanaan KKN di Desa Cihamerang melibatkan KKN Terpadu dan KKN Riset. Pada Gelombang 1, Kelompok A dan B membantu melakukan observasi kondisi desa. Hasil pengamatan dan koordinasi dengan pihak desa kemudian menjadi bagian dari pertimbangan Kelompok 17E dalam mengembangkan program. Pada Gelombang 2, Kelompok C dan D turut melanjutkan pelaksanaan program di lapangan.
KKN Riset Kelompok 17E sendiri terdiri dari 10 mahasiswa yang diketuai oleh Wilis Wibawa Anggara, dengan anggota Kahla Fakhirah Alsan, Desi Wulansari, Muliani, Vera Oktaviani, Siti Nadila Novrianti, Rizky Giantsya Widiyanto, M Rizki Yulian, Muhammad Ardianto K S, dan Restu Singgih. Dari rangkaian kegiatan tersebut, Kelompok 17E mengembangkan dua program utama, yaitu Venturi Injector sebagai program unggulan dan Penerangan Jalan Umum (PJU).
Ide Venturi Injector berangkat dari kondisi Desa Cihamerang yang didominasi sektor pertanian dan perkebunan. Alat tersebut dirancang untuk membantu proses penyiraman sekaligus pemupukan dalam satu proses.
“Melihat perkembangan teknologi dan kondisi desa binaan yang didominasi sektor pertanian, terlintas dalam pikiran saya untuk membuat alat bantu pertanian yang dapat mempermudah proses pemupukan dan penyiraman dalam satu proses pengerjaan. Bersama anggota kelompok, kami kemudian menciptakan Venturi Injector” ujar Wilis Wibawa Anggara.
Prototipe Venturi Injector dikembangkan bersama anggota kelompok dan selesai pada minggu keempat KKN. Alat tersebut kemudian diperkenalkan melalui sosialisasi dan demonstrasi kepada pihak Desa Cihamerang pada 23 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkenalkan pemanfaatan teknologi sederhana dalam mendukung kegiatan pertanian. Pihak desa juga memberikan tanggapan positif dan menilai alat tersebut berpotensi diperkenalkan kepada masyarakat yang tertarik menggunakannya.
Selain Venturi Injector, Kelompok 17E juga mengembangkan program PJU. Program tersebut merupakan perubahan dari rencana awal berupa pembatas jalan setelah pihak desa menyampaikan bahwa penerangan jalan lebih dibutuhkan. Ibu Kadus 03 Pasir Haur menyampaikan, “Sebenarnya bagus ya idenya, tapi saya rasa lebih butuh PJU. Mungkin bisa dipertimbangkan lagi.”
Hasil koordinasi kemudian menetapkan 18 titik yang membutuhkan penerangan, dengan Dusun 03 Pasir Haur menjadi salah satu wilayah prioritas. Pelaksanaan PJU dilakukan pada 30 Agustus 2026 pukul 08.00 WIB. Kelompok 17E melakukan pemasangan secara simbolis pada satu titik dengan bantuan pihak desa, sementara titik lainnya dilanjutkan oleh KKN Terpadu Gelombang 2, yaitu Kelompok C dan D.
Melalui kedua program tersebut, mahasiswa KKN Nusa Putra berupaya menyesuaikan kegiatan dengan kondisi Desa Cihamerang. Venturi Injector diharapkan dapat terus dikembangkan dan disempurnakan sehingga ke depannya dapat dimanfaatkan sebagai alternatif alat bantu dalam kegiatan pertanian. Sementara itu, PJU diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan penerangan di sejumlah titik jalan desa dan terus dimanfaatkan oleh masyarakat.
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini, atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di IINC Times.













