JAKARTA, IINC TIMES —
Permainan Jenga umumnya dikenal sebagai aktivitas yang menguji ketelitian dalam menjaga keseimbangan balok agar tidak roboh. Namun, di SMP Negeri 2 Bantul, permainan tersebut dikembangkan menjadi media pembelajaran IPS yang menggabungkan aktivitas bermain dengan pemahaman materi. Inovasi bernama Jenga Workforce Challenge tersebut dihadirkan oleh Ratih Astri Hapsari, mahasiswa Program Studi Pendidikan IPS, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Kegiatan pembelajaran dilaksanakan pada Senin (24/8/2026) bersama siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Bantul. Jenga Workforce Challenge digunakan untuk mendukung pembelajaran materi Tenaga Kerja dan Angkatan Kerja melalui pertanyaan, kasus singkat, diskusi, dan kerja sama kelompok. Dengan media tersebut, siswa tidak hanya mengikuti penjelasan materi, tetapi juga terlibat langsung dalam aktivitas yang mengharuskan mereka menerapkan konsep yang telah dipelajari.
Sebelum permainan dimulai, siswa terlebih dahulu memperoleh penjelasan mengenai konsep dasar Tenaga Kerja dan Angkatan Kerja. Materi yang disampaikan meliputi pengertian tenaga kerja, pengelompokan tenaga kerja berdasarkan kualitas atau kemampuan, pengertian angkatan kerja, serta perbedaan antara angkatan kerja dan bukan angkatan kerja. Penjelasan awal tersebut menjadi bekal bagi siswa untuk menyelesaikan tantangan yang diberikan melalui permainan.
Setelah penjelasan materi selesai, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok secara bergiliran mengambil balok Jenga dengan tetap menjaga susunan balok agar tidak jatuh. Balok yang berhasil diambil kemudian menjadi bagian dari tantangan berupa pertanyaan atau kasus singkat yang berkaitan dengan materi Tenaga Kerja dan Angkatan Kerja.
Pertanyaan dalam Jenga Workforce Challenge dirancang tidak hanya untuk menguji kemampuan mengingat definisi. Beberapa pertanyaan diberikan dalam bentuk situasi yang mengharuskan siswa menganalisis kondisi seseorang sebelum menentukan apakah termasuk tenaga kerja, angkatan kerja, atau bukan angkatan kerja. Siswa perlu menghubungkan informasi yang terdapat dalam kasus dengan konsep yang telah dijelaskan sebelumnya.
Setiap pertanyaan dibahas bersama anggota kelompok sebelum jawaban ditentukan. Siswa saling menyampaikan pendapat, memberikan alasan, dan mempertimbangkan jawaban berdasarkan konsep yang telah dipelajari. Proses tersebut menjadikan permainan sebagai bagian dari pembelajaran yang memberikan ruang bagi siswa untuk berkomunikasi dan bekerja sama.
Jenga Workforce Challenge juga membawa unsur Sustainable Development Goals (SDGs) ke dalam pembelajaran IPS. Media tersebut mengintegrasikan SDG 4 tentang Pendidikan Bermutu (Quality Education) dan SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth). Kedua tujuan tersebut digunakan untuk memberikan konteks yang lebih luas terhadap materi Tenaga Kerja dan Angkatan Kerja.
SDG 4 dikaitkan dengan pentingnya pendidikan dalam membangun pengetahuan dan keterampilan. Sementara itu, SDG 8 dikaitkan dengan kehidupan dunia kerja serta pentingnya kualitas sumber daya manusia dalam mendukung kegiatan ekonomi. Melalui keterkaitan tersebut, siswa diajak melihat hubungan antara pendidikan, keterampilan, kualitas sumber daya manusia, dan kehidupan kerja.
Penggunaan permainan Jenga membuat suasana pembelajaran berlangsung lebih dinamis. Siswa harus memperhatikan keseimbangan balok ketika mengambil giliran sekaligus mempersiapkan diri menghadapi pertanyaan yang diperoleh. Perpaduan antara tantangan permainan dan pertanyaan pembelajaran membuat siswa terlibat secara langsung selama kegiatan berlangsung.
Selain membantu siswa memahami konsep, kegiatan tersebut juga memberikan ruang untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi. Ketika memperoleh sebuah kasus, siswa perlu membaca informasi, menghubungkannya dengan materi, kemudian mendiskusikan jawaban bersama anggota kelompok. Setiap anggota memiliki kesempatan untuk memberikan pendapat sebelum kelompok menentukan jawaban.
Pengembangan Jenga Workforce Challenge menjadi salah satu upaya Ratih untuk menghadirkan pembelajaran IPS yang lebih aktif dan kontekstual. Permainan Jenga yang sederhana dikembangkan menjadi media edukatif dengan menyesuaikan pertanyaan dan kasus terhadap materi Tenaga Kerja dan Angkatan Kerja. Pendekatan tersebut membuat aktivitas bermain tetap memiliki arah yang sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Media tersebut juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk menghubungkan materi dengan situasi yang lebih dekat dengan kehidupan. Konsep tenaga kerja dan angkatan kerja yang sebelumnya dipelajari melalui penjelasan kemudian digunakan untuk menyelesaikan kasus yang muncul dalam permainan. Proses tersebut membantu siswa melihat bahwa konsep IPS dapat digunakan untuk membaca berbagai kondisi yang terdapat di lingkungan sekitar.
Pengintegrasian SDGs menjadi salah satu unsur yang membedakan Jenga Workforce Challenge dari permainan Jenga biasa. SDG 4 memberikan konteks mengenai peran pendidikan dan keterampilan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sedangkan SDG 8 memberikan konteks mengenai dunia kerja dan pertumbuhan ekonomi. Keduanya ditempatkan sebagai bagian dari pembelajaran agar siswa dapat memahami hubungan antara materi IPS dan pembangunan berkelanjutan.
Melalui Jenga Workforce Challenge, siswa diharapkan mampu memahami pengertian tenaga kerja dan angkatan kerja serta membedakan angkatan kerja dan bukan angkatan kerja. Siswa juga diharapkan mampu menerapkan konsep tersebut ketika menghadapi berbagai situasi dan kasus yang diberikan dalam permainan. Selain aspek pengetahuan, kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang melibatkan interaksi dan kerja sama antarsiswa.
Pemanfaatan permainan sebagai media pembelajaran menunjukkan bahwa benda sederhana dapat dikembangkan menjadi sarana belajar yang memiliki tujuan yang jelas. Jenga tidak hanya digunakan untuk menjaga susunan balok agar tetap berdiri, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas yang menguji pemahaman siswa terhadap materi IPS. Penggabungan permainan dengan pertanyaan dan kasus membuat siswa memiliki pengalaman belajar yang berbeda dari kegiatan pembelajaran yang hanya berpusat pada penjelasan.
Kegiatan di SMP Negeri 2 Bantul tersebut menjadi salah satu bentuk penerapan inovasi pembelajaran yang dilakukan mahasiswa Program Studi Pendidikan IPS UNY di lingkungan sekolah. Melalui Jenga Workforce Challenge, siswa memperoleh pengalaman yang memadukan permainan, pemahaman konsep, analisis kasus, komunikasi, dan kerja sama kelompok. Pembelajaran tersebut sekaligus mengajak siswa melihat keterkaitan antara pendidikan, keterampilan, kualitas sumber daya manusia, dan dunia kerja dalam konteks pembangunan berkelanjutan.
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini, atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di IINC Times.













