LIVE MARKET --:--:--
Memuat data pasar & olahraga...
FLASH INFO
IINC Times: Portal Media Berita Siber Terbuka & Inklusif • Menyajikan Analisis Mendalam, Opini Kritis Mahasiswa, Inovasi Kampus, serta Kabar Pilihan Nusantara & Dunia Terkini
Sub-Kanal:

Berita Utama & Terkini

Kabar Pilihan Lainnya

Kabar Olahraga & Hiburan Pilihan

Semua Berita Terbit (Arsip Publikasi)

Tampilkan:
Halaman 1 dari 1 (0 Data)
Home > Politik
Politik

Aceh Kaya SDA, Tapi Sudahkah Kita Menguasai Teknologinya?

Tayang: 24 September 2026 12:03 WIB
👁 5.556 Views
Penulis: Utari Anjarli  |  Editor: Wirtanto

Aceh dikenal sebagai daerah yang kaya sumber daya alam (SDA), mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan, kehutanan hingga pertambangan. Namun, di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, muncul satu pertanyaan penting: apakah Aceh hanya kaya SDA, atau juga mampu menguasai teknologi untuk mengolahnya?

Pertanyaan ini bukan tanpa alasan. Data BPS Aceh menunjukkan bahwa sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyumbang 31,16 persen terhadap PDRB Aceh pada Triwulan II-2026. Angka tersebut menunjukkan bahwa sektor berbasis SDA masih menjadi bagian penting dalam perekonomian Aceh. Bahkan, pada 2025 kontribusinya tercatat sekitar 32,74 persen.

Artinya, kehidupan ekonomi Aceh masih sangat berkaitan dengan kekayaan alam. Namun, persoalannya bukan sekadar seberapa banyak SDA yang dimiliki, melainkan seberapa besar nilai tambah yang dapat dihasilkan di Aceh sendiri.


Jangan Hanya Menjadi Pemasok Bahan Mentah

Kopi Gayo, misalnya, sudah dikenal luas. Begitu juga hasil perikanan, kelapa sawit, nilam, dan berbagai komoditas pertanian lainnya. Tetapi jika komoditas tersebut lebih banyak dijual sebagai bahan mentah, nilai ekonomi yang dinikmati masyarakat tentu berbeda dibandingkan jika produk tersebut diolah menjadi produk jadi.

Di sinilah teknologi menjadi penting. Teknologi dapat membantu petani meningkatkan produktivitas, membantu nelayan dalam penyimpanan hasil tangkapan, serta mendukung proses pengolahan, pengemasan, pemasaran, hingga penjualan melalui platform digital.

Kekayaan SDA tanpa penguasaan teknologi berisiko membuat Aceh hanya menjadi tempat produksi bahan baku, sementara nilai tambahnya dinikmati di tempat lain.


Hilirisasi Harus Berarti Transfer Teknologi

Hilirisasi yang selama ini didorong pemerintah sebenarnya bisa menjadi peluang bagi Aceh. Hilirisasi tidak harus selalu berbicara tentang tambang. Pertanian, perkebunan, perikanan, dan hasil hutan juga dapat dikembangkan melalui industri pengolahan.

Karena itu, ketika investasi masuk ke Aceh, pertanyaannya bukan hanya berapa besar nilai investasinya, tetapi juga: apakah investasi tersebut membawa teknologi, meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal, dan menciptakan industri pengolahan di Aceh?

Jika jawabannya ya, maka investasi tidak hanya menghasilkan aktivitas ekonomi, tetapi juga membangun kemampuan daerah.


Aceh Tidak Cukup Hanya Kaya SDA

Aceh memiliki posisi geografis strategis di bagian barat Indonesia dan berhadapan dengan kawasan Samudra Hindia. Kekayaan SDA dan posisi geografis tersebut merupakan peluang besar.

Namun, SDA tidak otomatis menjadi kekuatan. Kekuatan muncul ketika suatu daerah memiliki kemampuan untuk mengelola dan mengolah sumber dayanya sendiri.

Karena itu, perguruan tinggi dan generasi muda Aceh perlu mengambil peran. Riset dan inovasi dapat diarahkan pada kebutuhan nyata daerah, seperti teknologi pertanian, pengolahan kopi dan hasil laut, energi, serta pemasaran digital.

Pada akhirnya, kita tidak hanya bertanya “berapa kekayaan alam Aceh?”

Namun “Seberapa mampu Aceh mengubah kekayaan alamnya menjadi nilai tambah melalui pengetahuan dan teknologi?”

Sebab, SDA dapat habis. Tetapi pengetahuan dan teknologi dapat terus berkembang. Aceh tidak cukup hanya kaya SDA. Aceh harus kaya pengetahuan, teknologi, dan kemampuan untuk mengelola kekayaannya sendiri.




Utari Anjarli
KonInTime: Utari Anjarli
Mahasiswa universitas Syiah Kualafakultas ilmu sosial dan ilmu politik
Syarat & Ketentuan Penulisan di IINC Times:

Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini, atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di IINC Times.

Syarat & Ketentuan Tentang IINC Times Disclaimer
Profil Resmi

Tentang IINC Times

iinctimes.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan di manapun.

Tulisan atau berita yang ada di portal ini merupakan kontribusi dari penulis lepas (freelance contributor / jurnalis warga) dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia melalui platform keterbukaan informasi publik.

PEMBERITAHUAN PENTING & WASPADA OKNUM:
Hati-hati dengan oknum yang mengatasnamakan iinctimes.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan, Kartu Pers, maupun Press ID Card dalam bentuk apa pun.

Visi & Misi

IINC Times hadir sebagai ruang terbuka dan independen untuk menyuarakan aspirasi masyarakat, karya literasi mahasiswa, pemikiran akademis, serta liputan daerah tanpa batasan birokrasi yang kaku.

Pedoman & Kebijakan

Pedoman Redaksi & Ketentuan Penulisan

Setiap kontributor, penulis opini, dan pembuat konten yang mempublikasikan karya di iinctimes.com wajib menyetujui dan mematuhi syarat ketentuan redaksi berikut:

1. Hak Cipta dan Keaslian Tulisan

Semua karya yang dikirimkan harus orisinal, bebas plagiasi, dan tidak melanggar hak cipta intelektual pihak mana pun. Segala klaim hak cipta dari pihak ketiga merupakan tanggung jawab penuh penulis naskah.

2. Larangan Konten SARA, Fitnah, dan Hoaks

Konten tidak boleh memuat ujaran kebencian, diskriminasi SARA, pencemaran nama baik, pornografi, informasi menyesatkan/palsu (hoaks), maupun muatan yang melanggar ketentuan hukum di Republik Indonesia.

3. Status Kontributor (KonInTime)

Penulis adalah kontributor independen lepas. IINC Times tidak menerbitkan kartu tanda pengenal pers kepada kontributor dan kontributor dilarang menyalahgunakan nama IINC Times untuk meminta fasilitas, imbalan, atau melakukan intimidasi kepada narasumber.

4. Hak Moderasi dan Klarifikasi

Redaksi berhak menghapus, menyunting tata letak, atau membatalkan penayangan naskah yang menuai sanggahan fakta atau bertentangan dengan kode etik jurnalistik dan regulasi perundang-undangan.

Pernyataan Hukum

Penyangkalan (Disclaimer)

PEMBERITAHUAN RESMI:
iinctimes.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan di manapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia.

Hati-hati dengan oknum yang mengatasnamakan iinctimes.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers / Press ID Card.

1. Tanggung Jawab Isi Konten

Seluruh opini, naskah rilis, analisis, dan karya tulisan merupakan sudut pandang personal masing-masing kontributor. Tanggung jawab hukum atas isi tulisan berada sepenuhnya pada penulis yang bersangkutan.

2. Tujuan Informasi Umum

Materi yang disajikan di situs web ini disediakan semata-mata untuk tujuan informasi umum dan edukasi. IINC Times tidak bertanggung jawab atas segala kerugian material maupun immateriel akibat penggunaan informasi dari situs ini.

3. Tautan Eksternal

Situs ini mungkin menyertakan tautan menuju situs pihak ketiga. IINC Times tidak bertanggung jawab atas keakuratan isi atau kebijakan privasi pada situs-situs eksternal tersebut.

Layanan Redaksi

Hubungi Redaksi IINC Times

Pusat Layanan Media Komunitas • Jakarta, Indonesia
Email Layanan Redaksi & Hak Jawab: redaksi@iinctimes.com

SECURITY GATEWAY

Autentikasi Redaksi

Masukkan password & kode keamanan untuk membuka dashboard.