LIVE MARKET --:--:--
Memuat data pasar & olahraga...
FLASH INFO
IINC Times: Portal Media Berita Siber Terbuka & Inklusif • Menyajikan Analisis Mendalam, Opini Kritis Mahasiswa, Inovasi Kampus, serta Kabar Pilihan Nusantara & Dunia Terkini
Sub-Kanal:

Berita Utama & Terkini

Kabar Pilihan Lainnya

Kabar Olahraga & Hiburan Pilihan

Semua Berita Terbit (Arsip Publikasi)

Tampilkan:
Halaman 1 dari 1 (0 Data)
Home > Opini
Opini

Dari Model Prediksi menuju Kemaslahatan Pasien: Perspektif Etika Islam dalam Pengembangan Kronoterapi Antihipertensi

Tayang: 02 Oktober 2026 14:39 WIB
👁 5.039 Views
Penulis: Eka Windarto  |  Editor: Amirudin

Perkembangan ilmu pengetahuan telah membawa banyak perubahan dalam pelayanan kesehatan, termasuk dalam cara tenaga kesehatan menentukan terapi bagi pasien. Dalam bidang farmasi, salah satu hal yang mulai mendapat perhatian adalah waktu pemberian obat. Pendekatan ini dikenal sebagai kronoterapi, yaitu pendekatan yang mempertimbangkan hubungan antara waktu pemberian obat dan respons tubuh. Pada pasien hipertensi, pemilihan waktu pemberian obat menjadi topik yang menarik untuk diteliti, terutama dalam upaya mengembangkan model prediksi yang dapat membantu menentukan waktu pemberian antihipertensi. Namun, di balik perkembangan tersebut, ada pertanyaan yang perlu direnungkan: apakah ilmu pengetahuan cukup dinilai dari kemampuannya menghasilkan teknologi dan prediksi, ataukah manfaatnya bagi manusia juga harus menjadi ukuran utama?

Pertanyaan tersebut membawa kita pada pembahasan filsafat ilmu, khususnya aksiologi, yang berkaitan dengan nilai, tujuan, dan manfaat ilmu pengetahuan. Dalam Islam, kegiatan mencari ilmu tidak dapat dilepaskan dari tanggung jawab manusia terhadap kehidupan. Wahyu pertama dalam Surah Al-‘Alaq ayat 1–5 mengandung pesan tentang pentingnya membaca dan belajar.

Pesan ini dapat menjadi pengingat bahwa proses memperoleh pengetahuan bukan hanya tentang memahami sesuatu yang sebelumnya belum diketahui, tetapi juga tentang bagaimana pengetahuan tersebut digunakan secara bertanggung jawab. Ilmu akan memiliki makna yang lebih luas ketika keberadaannya turut memberikan manfaat bagi sesama.

Pemikiran tersebut sejalan dengan pembahasan dalam mata kuliah Etika Islam dan Filsafat Ilmu, terutama mengenai pengembangan sains dan peradaban serta integrasi Islam dengan disiplin ilmu. Integrasi Islam dan sains tidak cukup dilakukan dengan mencantumkan ayat Al-Qur’an atau istilah keagamaan dalam sebuah penelitian. Lebih dari itu, integrasi membutuhkan upaya untuk mempertemukan pengetahuan ilmiah dengan nilai-nilai yang menjadi pedoman dalam kehidupan. Dengan pendekatan ini, ilmu pengetahuan tidak hanya dikembangkan untuk menjawab pertanyaan akademik, tetapi juga diarahkan agar tetap memperhatikan persoalan manusia dan tanggung jawab moral penelitinya.

Dalam penelitian kronoterapi antihipertensi, hubungan antara ilmu pengetahuan dan tanggung jawab tersebut dapat dipahami melalui tiga dimensi filsafat ilmu. Pertama, dimensi ontologis berkaitan dengan objek yang dikaji, yaitu hipertensi sebagai masalah kesehatan yang membutuhkan pengelolaan terapi secara tepat. Kedua, dimensi epistemologis berkaitan dengan cara memperoleh pengetahuan. Model prediksi perlu dibangun menggunakan data yang relevan, metode yang tepat, dan proses pengujian yang dapat dipertanggungjawabkan. Ketiga, dimensi aksiologis berkaitan dengan tujuan penggunaan pengetahuan tersebut, yakni mendukung pelayanan kesehatan yang aman dan memberikan manfaat.

Ketiga dimensi itu menunjukkan bahwa keberhasilan penelitian tidak cukup diukur dari kemampuan model menghasilkan prediksi. Sebuah model dapat menemukan pola dalam data, tetapi pola tersebut belum tentu langsung dapat diterapkan dalam praktik klinis. Model yang dikembangkan perlu melalui proses validasi dan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana hasilnya dapat dipercaya. Keterbatasan data, perbedaan karakteristik pasien, dan kemungkinan kesalahan prediksi juga perlu diperhatikan. Karena itu, hasil penelitian kronoterapi tidak seharusnya langsung dijadikan dasar untuk mengubah waktu pemberian obat tanpa bukti yang memadai dan pertimbangan tenaga kesehatan.

Di sinilah etika Islam memiliki ruang penting dalam pengembangan ilmu. Orientasi terhadap kemaslahatan pasien harus berjalan bersama kejujuran ilmiah dan kehati-hatian. Peneliti perlu menyampaikan hasil sesuai dengan bukti yang diperoleh, tidak melebih-lebihkan manfaat penelitian, serta menjaga kerahasiaan data pasien. Kecanggihan teknologi juga tidak boleh membuat kebutuhan individual pasien diabaikan. Model prediksi seharusnya menjadi alat bantu dalam proses pengambilan keputusan, bukan pengganti pertimbangan profesional tenaga kesehatan.

Pada akhirnya, pengembangan model prediksi kronoterapi antihipertensi bukan sekadar persoalan menentukan kapan obat sebaiknya diberikan. Penelitian ini juga menjadi kesempatan untuk merenungkan tujuan ilmu pengetahuan dan tanggung jawab yang menyertainya. Metode ilmiah membantu peneliti menghasilkan pengetahuan yang dapat diuji, sementara etika membantu mengarahkan penggunaannya agar tidak terlepas dari nilai kemanusiaan. Keduanya perlu berjalan beriringan.

Bagi saya, kemajuan ilmu pengetahuan tidak hanya terlihat dari semakin canggihnya teknologi atau semakin akuratnya model prediksi. Kemajuan juga tercermin dari kesediaan peneliti untuk bersikap jujur terhadap keterbatasan temuannya dan memastikan bahwa hasil penelitian dikembangkan secara bertanggung jawab. Dengan demikian, integrasi Islam dan sains bukan hanya menjadi wacana akademik, melainkan landasan untuk mengembangkan ilmu yang tetap berpijak pada nilai moral dan kemaslahatan manusia. Dalam konteks kronoterapi antihipertensi, tujuan akhirnya bukan semata-mata menghasilkan model prediksi, tetapi turut mendukung pelayanan kesehatan yang lebih aman, tepat, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.




Eka Windarto
KonInTime: Eka Windarto
Kontributor IINC Times
Syarat & Ketentuan Penulisan di IINC Times:

Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini, atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di IINC Times.

Syarat & Ketentuan Tentang IINC Times Disclaimer
Profil Resmi

Tentang IINC Times

iinctimes.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan di manapun.

Tulisan atau berita yang ada di portal ini merupakan kontribusi dari penulis lepas (freelance contributor / jurnalis warga) dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia melalui platform keterbukaan informasi publik.

PEMBERITAHUAN PENTING & WASPADA OKNUM:
Hati-hati dengan oknum yang mengatasnamakan iinctimes.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan, Kartu Pers, maupun Press ID Card dalam bentuk apa pun.

Visi & Misi

IINC Times hadir sebagai ruang terbuka dan independen untuk menyuarakan aspirasi masyarakat, karya literasi mahasiswa, pemikiran akademis, serta liputan daerah tanpa batasan birokrasi yang kaku.

Pedoman & Kebijakan

Pedoman Redaksi & Ketentuan Penulisan

Setiap kontributor, penulis opini, dan pembuat konten yang mempublikasikan karya di iinctimes.com wajib menyetujui dan mematuhi syarat ketentuan redaksi berikut:

1. Hak Cipta dan Keaslian Tulisan

Semua karya yang dikirimkan harus orisinal, bebas plagiasi, dan tidak melanggar hak cipta intelektual pihak mana pun. Segala klaim hak cipta dari pihak ketiga merupakan tanggung jawab penuh penulis naskah.

2. Larangan Konten SARA, Fitnah, dan Hoaks

Konten tidak boleh memuat ujaran kebencian, diskriminasi SARA, pencemaran nama baik, pornografi, informasi menyesatkan/palsu (hoaks), maupun muatan yang melanggar ketentuan hukum di Republik Indonesia.

3. Status Kontributor (KonInTime)

Penulis adalah kontributor independen lepas. IINC Times tidak menerbitkan kartu tanda pengenal pers kepada kontributor dan kontributor dilarang menyalahgunakan nama IINC Times untuk meminta fasilitas, imbalan, atau melakukan intimidasi kepada narasumber.

4. Hak Moderasi dan Klarifikasi

Redaksi berhak menghapus, menyunting tata letak, atau membatalkan penayangan naskah yang menuai sanggahan fakta atau bertentangan dengan kode etik jurnalistik dan regulasi perundang-undangan.

Pernyataan Hukum

Penyangkalan (Disclaimer)

PEMBERITAHUAN RESMI:
iinctimes.com adalah portal berita komunitas yang berpusat di Jakarta dan tidak memiliki kantor perwakilan di manapun. Tulisan atau berita yang ada merupakan kontribusi penulis lepas dari seluruh Indonesia bahkan dari seluruh dunia.

Hati-hati dengan oknum yang mengatasnamakan iinctimes.com dengan mengaku sebagai wartawan, karena kami tidak memiliki wartawan dan tidak mengeluarkan kartu pengenal wartawan atau Kartu Pers / Press ID Card.

1. Tanggung Jawab Isi Konten

Seluruh opini, naskah rilis, analisis, dan karya tulisan merupakan sudut pandang personal masing-masing kontributor. Tanggung jawab hukum atas isi tulisan berada sepenuhnya pada penulis yang bersangkutan.

2. Tujuan Informasi Umum

Materi yang disajikan di situs web ini disediakan semata-mata untuk tujuan informasi umum dan edukasi. IINC Times tidak bertanggung jawab atas segala kerugian material maupun immateriel akibat penggunaan informasi dari situs ini.

3. Tautan Eksternal

Situs ini mungkin menyertakan tautan menuju situs pihak ketiga. IINC Times tidak bertanggung jawab atas keakuratan isi atau kebijakan privasi pada situs-situs eksternal tersebut.

Layanan Redaksi

Hubungi Redaksi IINC Times

Pusat Layanan Media Komunitas • Jakarta, Indonesia
Email Layanan Redaksi & Hak Jawab: redaksi@iinctimes.com

SECURITY GATEWAY

Autentikasi Redaksi

Masukkan password & kode keamanan untuk membuka dashboard.