JAKARTA, IINC TIMES — Bagi banyak anak muda, kopi bukan lagi sekadar minuman untuk menemani pagi, tetapi sudah menjadi bagian dari rutinitas sebelum memulai aktivitas. Pagi hari biasanya dimulai dengan berbagai kesibukan, mulai dari bersiap menuju kampus, tempat magang, hingga kantor. Di tengah rutinitas tersebut membeli segelas kopi menjadi kebiasaan yang cukup dekat dengan Gen Z.
Kebiasaan mengonsumsi kopi di kalangan Gen Z juga terlihat dari data konsumsi kopi di Indonesia. Dalam laporan Indonesia Consumer on Coffee, JakPat mencatat bahwa 66% Gen Z mengonsumsi kopi setiap hari. Bahkan, 37% Gen Z mengaku mengonsumsi kopi sebanyak dua hingga tiga kali dalam sehari. Data tersebut menunjukkan bahwa kopi sudah menjadi bagian dari gaya hidup dan kebiasaan sehari-hari generasi muda.
Bagi sebagian orang, rutinitas tersebut dimulai sejak perjalanan menuju kampus atau tempat bekerja. Kopi dapat dibeli di kedai kopi yang dilewati, di sekitar kampus atau kantor. Sering pula disiapkan sendiri dari rumah. Segelas kopi kemudian dibawa untuk menemani perjalanan sambil menikmati suasana pagi hari. Kebiasaan tersebut membuat kedai kopi menjadi salah satu bagian dari rutinitas sebelum memulai aktivitas.
Kedai kopi sendiri kemudian tidak hanya menjadi tempat untuk menikmati kopi, tetapi juga sebagai tempat persinggahan sebelum memulai rutinitas harian. Tidak harus selalu berlama-lama untuk mengerjakan tugas atau bekerja, ada yang sekedar mengambil pesanan kopinya, ada pula yang hanya duduk sebentar untuk menghadapi list jadwal di hari tersebut. Apa pun pilihan tempat dan minumannya, semuanya memberikan satu hal yang sama, yaitu jeda singkat buat recharge sebelum kembali pada kesibukan.
Pilihan kopi setiap orang bervariasi dan bisa saja berubah sesuai suasana hati, hari ini ingin yang manis, hari berikutnya bisa saja yang pahit. Hal sederhana seperti memilih kopi justru menjadi salah satu bagian yang menyenangkan dari rutinitas. Keputusan kecil yang masih bisa ditentukan sendiri, seperti “hari ini minum kopi apa ya?” menjadi momen yang menyenangkan ketika sebagian besar kegiatan hari sudah diatur oleh jadwal kuliah, pekerjaan, atau kewajiban lainnya.
Media sosial juga berperan besar dalam menguatkan tren ini. Kebiasaan ngopi Gen Z berjalan beriringan dengan kehidupan digital mereka. Kopi yang baru datang sering kali dijadikan sebagai objek foto sebelum akhirnya diminum. Interior kedai, segelas kopi, atau perjalanan menuju kampus sesekali masuk ke dalam Instagram Story. Namun, tidak semua kopi harus berakhir menjadi santapan media sosial karena kopi bisa tetap menjadi sesuatu yang sederhana, diminum sambil mendengarkan musik, membaca pesan, melihat jalanan, atau sekadar menikmati beberapa menit sebelum hari menjadi semakin sibuk.
Pada akhirnya, tidak semua kebiasaan harus memiliki alasan yang besar. Ada hal-hal yang dilakukan karena memang sudah terasa nyaman. Seperti memilih playlist untuk menemani perjalanan, mengecek ponsel sesaat setelah bangun, atau membeli kopi sebelum berangkat. Bagi sebagian Gen Z, segelas kopi mungkin menjadi bagian kecil dari rangkaian kebiasaan tersebut. Ia tidak menyelesaikan masalah, tidak membuat jadwal menjadi lebih ringan, dan tentu tidak menjamin hari akan berjalan sempurna. Namun, setidaknya ada sesuatu yang terasa familiar sebelum semuanya dimulai.
Jadi, di situlah letak arti kopi bagi Gen Z, ketika alarm kembali berbunyi esok pagi, akan ada rutinitas yang sama. Bangun, bersiap, mengambil ponsel, lalu bergegas menghadapi hari. Di tengah perjalanan itu, mungkin ada satu persinggahan kecil untuk membeli kopi. Bukan karena pagi harus selalu dimulai dengan cara yang sempurna, tetapi karena terkadang kita memang membutuhkan sesuatu yang sederhana untuk membuat langkah pertama terasa sedikit lebih ringan.
Referensi
Jakpat. (2023). Indonesia consumer on coffee.
https://insight.jakpat.net/indonesia-consumer-on-coffee/
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini, atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di IINC Times.













