JAKARTA, IINC TIMES — Keberhasilan industri makanan dan minuman (Food & Beverage) dalam mempertahankan mutu layanan dan keberlangsungan bisnis tidak lepas dari peran penting budaya organisasi serta pengelolaan sumber daya manusia. Sebuah penelitian Tugas Akhir Komprehensif yang disusun oleh Muhammad Riska Saifullah, mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Pamulang, mengulas secara mendalam bagaimana penerapan budaya kerja mempengaruhi efisiensi dan kualitas karyawan di gerai Mixue BSD Plaza, Tangerang Selatan.
Nilai Kekeluargaan dan Kedisiplinan SOP
Berdasarkan hasil analisis kualitatif melalui wawancara mendalam bersama pemilik (owner), kepala toko, hingga staf operasional, Mixue BSD Plaza menunjukkan komitmen tinggi terhadap pelaksanaan Standard Operating Procedure (SOP). Penjelasannya mencakup penerapan nilai disiplin kerja, kebersihan, dan kecepatan pelayanan.
Pendekatan kepemimpinan humanis berbasis kekeluargaan yang diterapkan oleh pihak manajemen terbukti menjadi fondasi utama dalam merangkul serta membimbing karyawan baru. Atmosfer kekeluargaan dan budaya saling membantu antarstaf turut mendorong terbentuknya rasa solidaritas dan kerja sama tim yang solid.
Tantangan Operasional dan Digitalisasi
Meskipun budaya kerja yang harmonis telah terbangun, studi ini menemukan beberapa tantangan operasional yang dihadapi gerai:
- Absensi Manual: Sistem pencatatan kehadiran yang masih manual diidentifikasi sebagai salah satu faktor pemicu keterlambatan dan hambatan dalam pergantian shift kerja.
- Kompensasi dan Stres Kerja: Tekanan ekonomi serta ekspektasi penyesuaian insentif atau kompensasi menjadi perhatian mendasar yang berpotensi memicu timbulnya stres kerja hingga pergantian karyawan (turnover).
- Adaptasi Perubahan: Masih terdapat kekakuan sebagian anggota tim dalam mengadaptasi perubahan instruksi atau informasi operasional yang mendadak.
Langkah Strategis dan Rekomendasi
Untuk meningkatkan efisiensi dan mempertahankan kualitas pelayanan secara berkelanjutan, penelitian ini merekomendasikan beberapa langkah perbaikan bagi manajemen Mixue BSD Plaza:
- Penerapan Sistem Digital: Mengalihkan sistem absensi manual ke berbasis digital (seperti perekam wajah atau GPS-tagging) untuk meningkatkan ketepatan waktu serta transparansi kedisiplinan.
- Evaluasi Sistem Insentif: Meninjau kembali struktur bonus penjualan dan kompensasi guna meningkatkan motivasi kerja serta menurunkan tingkat pergantian karyawan.
- Pelatihan Komunikasi Asertif: Mengadakan sesi evaluasi dan sharing berkala untuk menyelaraskan persepsi antar-generasi dalam tim serta membangun iklim kerja yang lebih terbuka.
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini, atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di IINC Times.













