JAKARTA, IINC TIMES — Kisah inspiratif datang dari Rudi Pradoko, seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Yogyakarta yang telah 10 tahun merantau di Malaysia. Di sela-sela kewajibannya sebagai pekerja, Rudi berhasil membuktikan bahwa keterbatasan izin kerja tidak menjadi batas untuk terus berkarya dan mengembangkan bakat di dunia balap motor.
Demi mematuhi aturan imigrasi setempat yang melarang TKI mengambil pekerjaan fisik sampingan, Rudi memilih jalur alternatif yang aman dengan menjadi konten kreator otomotif. Melalui wadah sosial media @dragracingmy, ia mendokumentasikan kegiatan balap motor resmi dan menyebarkan pesan tentang pentingnya safety racing di Asia Tenggara.
Pendekatan konten yang positif dan legal ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat luas. Hingga saat ini, media digital yang ia bangun secara mandiri telah menjangkau puluhan ribu netizen, tercatat memiliki 16.2k pengikut di TikTok, 27.7k di Facebook, 3.7k di YouTube, dan 2.2k di Instagram.
Langkah kreatif Rudi Pradoko mengirimkan pesan edukatif yang kuat bagi sesama pekerja migran di luar negeri. Merantau tidak harus mematikan potensi diri, dan dengan pemanfaatan teknologi secara tepat, para pekerja migran dapat tetap melahirkan karya digital yang bernilai tinggi tanpa harus melanggar regulasi negara setempat.
Setiap penulis setuju untuk bertanggung jawab atas berita, artikel, opini, atau tulisan apa pun yang mereka publikasikan di IINC Times.













